Fashion selalu ada. Penampilan modis pertama dapat dilihat pada foto-foto dari Eropa awal abad ke-20. Kami akan memulai tinjauan kami dari periode ini.
Foto – 1

Dalam foto tersebut, Anda dapat melihat desainer terkenal awal abad ke-20 Paul Poiret dengan modelnya. Poiret membebaskan gaun wanita Eropa dari rok dalam dan korset, menciptakan pakaian sehari-hari yang ringan. Kini, perempuan Eropa bisa berpakaian sendiri tanpa bantuan pembantu.
Foto – 2

Paul-lah yang mempopulerkan fashion kerah selendang yang masih relevan hingga saat ini.
Foto – 3

Selama ini di Eropa terdapat gaya berpakaian dengan pinggang ketat, rok panjang menyerupai bunga lonceng, dan rok yang biasanya berujung kereta.
Foto – 4

Hampir tidak ada garis lurus pada siluet gaun tersebut.
Foto – 5

Model desainer bersifat dekoratif, dengan banyak hiasan.
Foto – 6

Dan kemudian, Coco Chanel yang terkenal mengambil tindakan sendiri. Cardigan jersey ciptaannya menjadi revolusi mode, karena jersey sebelumnya merupakan bahan tidak populer yang digunakan secara eksklusif untuk pakaian dalam.
Foto – 7

Pada masa itu, alas kaki bersulam atau diberi hiasan sesuai selera para couturier populer pada masa itu menjadi mode.
Foto – 8

Elemen yang tidak kompatibel digabungkan.
Foto – 9

Belakangan, Coco menawarkan wanita yang mendambakan pakaian mewah, mantel khusus dengan hiasan bulu berang-berang dan kelinci.
Foto – 10

Setelah Perang Dunia I, fesyen berada dalam kekacauan total. Para prajurit yang bertempur di luar negeri membawa kembali banyak “pernak-pernik” eksotis sebagai piala: bulu Amerika Utara, syal Turki, syal, ikat pinggang, dan jubah bergambar Rusia dari Maroko dan Tunisia.
Foto – 11

Pierre Cardin, misalnya, memperkenalkan jubah tanpa lengan ke dunia peragaan busana.
Foto – 12

Pada saat itu, model khusus jas hujan Burberry muncul. Kemudian dipakai oleh banyak selebriti, termasuk Jane Birkin, Audrey Hepburn, Jackie Kennedy, Catherine Deneuve, Putri Diana, dan lainnya.
Foto – 13

Pada tahun 1930-an, Hollywood menjadi pemimpin mode di Amerika Serikat. Katalog pakaian muncul.
Foto – 14

Rok panjang menjadi standar fesyen pada masa krisis ekonomi tahun 1930-an.
Foto – 15

Pakaian luar, mantel, dan jaket sangat elegan.
Foto – 16

Menjahit jas sudah rumit saat itu.
Foto – 17

Detail dekoratif dan ornamen pun banyak digunakan saat itu.
Foto – 18

Pada tahun 1940-an, tren fesyen yang dominan adalah rok panjang berlapis.
Foto – 19

Fashion pada tahun 1940-an mengalami perubahan yang signifikan akibat perang.
Foto – 20

Dari sinilah gaya minimalis muncul.
Foto – 21

Saat itu, sepatu hak tinggi atau stiletto sedang menjadi mode.
Foto – 22

Model baju pun menjadi semakin elegan.
Foto – 23

Namun pengakuan nyata pada masa itu diberikan pada sweter turtleneck dengan kerah tinggi.
Foto – 24

Selama perang, selalu terjadi kekurangan kain, sehingga panjang rok menjadi lebih pendek setiap tahun.
Foto – 25

Dan kemudian, gaya militer secara paksa memasuki mode. Pakaian utama wanita adalah setelan sederhana dengan rok pendek.
Foto – 26

Warna yang paling modis adalah khaki, dan kain dengan pola kecil lebih disukai.
Foto – 27

Dengan berakhirnya perang, pembatasan jumlah kain yang diperbolehkan tidak lagi diterapkan. Saat itulah Christian Dior muncul, memberikan wanita apa yang mereka inginkan – ruffles cantik, blus longgar, dan sebagainya.
Foto – 28

Topi-topi kecil yang elegan segera menghilang dari lemari para fashionista, digantikan oleh topi bertepi lebar dan sorban.
Foto – 29

Mendekorasi gambar hanya dapat dilakukan melalui aksesori, yang tidak tunduk pada aturan ketat seperti itu.
Foto – 30

Hal ini menegaskan fakta bahwa fashion bereaksi terhadap gejolak sosial dan peristiwa yang terjadi di dunia.
